Breaking News

Apakah Tafsir al-Qur’an itu?

“Tafsir” secara leksikal berarti ‘penyingkapan tabir yang menyelimuti wajah’. Apakah al-Qur’an yang merupakan Cahaya (Nur) dan Penjelasan Nyata (al-Kalam al-Mubin) adalah tabir sehingga harus kita singkap?

Tidak. Tidak ada tabir dan hijab pada wajah al-Qur’an. Kitalah yang harus menghilangkan hijab dari ruh kita dan menyingkap tabir dari akal kita, sehingga kita dapat mengetahui ajaran-ajaran al-Qur’an dan dapat merasakan sentuhan-sentuhannya.

Selain itu, al-Qur’an tidak hanya mempunyai satu wajah. Al-Qur’an mempunyai wajah umum yang berlaku dan terbuka untuk semua kalangan, yang menyinari jalan dan membimbing umat manusia menuju jalan yang lurus. Dan juga, wajah dan bahkan beberapa wajah lain al-Qur’an yang hanya dapat dipahami oleh para ulama dan cendekiawan yang haus akan kebenaran.

Pada Al-Qur’an, terdapat sesuatu yang menghilangkan dahaga akan kebenaran. Setiap orang mendalami samudera al-Qur’an sesuai dengan batas kemampuannya. Banyaknnya pengetahuan yang mereka peroleh darinya bergantung pada usaha dan keikhlasan yang mereka kerahkan.

Wajah-wajah ini dalam hadis-hadis disebut dengan dimensi “esoteris” (al-buthun). Dimensi ini tidak akan tampak jelas bagi kebanyakan orang atau- dengan kata lain yang lebih cermat-tidak setiap orang memiliki kemampuan untuk melihat pancaran cahayanya yang berkilauan.

Nah, tafsir memberikan kekuatan kepada mata, menyingkirkan tabir-tabir yang membentang, dan menganugerahkan kelayakan untuk melihat (cahaya al-Qur’an) kepada kita sebatas kemampuan yang dimiliki.

Sebagian dimensi al-Qur’an semakin tampak jelas seiring dengan berlalunya zaman, berkat kematangan pengalaman-pengalaman umat manusia dan perkembangan pemikiran. Hal ini telah disebutkan dalam riwayat dari Ibn Abbas, murid cerdas Imam Ali r.a., “Al-Qur’an ditafsirkan oleh zaman.”

Terlepas dari semua ini, “Sebagian (ayat) al-Qur’an menafsirkan sebagian (ayat) yang lain.” Ayat-ayatnya menyingkap tirai ayat-ayat lainnya, dan hal ini tidak berseberangan dengan kedudukan al-Qur’an sebagai Cahaya (Nur) dan Tuturan Nyata (Al-Kalam al-Mubin), karena al-Qur’an merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipilah-pilah dan sebuah himpunan yang tak terpisah-pisah. Secara keseluruhan al-Qur’an itu adalah Cahaya dan Tuturan Nyata.

Check Also

Pengantar Tafsir Surat Al Fatihah

SURAT AL-FATIHAH 1). Al-Fatihah artinya “Pembukaan”, karena posisinya memang membuka seluruh rangkaian surat-surat qtau “Preambul”, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *