Breaking News

Kisah Karbala Versi Ahluh Sunnah Wal Jamaah [Seri 8]

Ternyata ada yang lebih penting dari ini semua, siapa pelaku yang membunuh Imam Husein?, pemerintah yang ada saat itu adalah pemerintah Ahluhsunnah Waljamaah, tapi jangan dikatakan yang membunuh adalah ulama Ahluhsunnah waljamaah, pemerintah lain pelaku, pemerintah saat itu adalah pemerintah yang mengatasnamakan Ahluhsunnah waljamaah, akan tapi lihat tidak pernah kenal Rasulullah, bukankah mereka Ahluhsunnah yang sesungguhnya?, akan tetapi penguasa yang meminjam tangan Ahluhsunnah Waljamaah.

Ini yang harus dipahami, jangan seperti yang pernah kita dengar Ahluhsunnah Waljamaah yang membantai Imam Husein. Bukan!. Yang membela Imam Husein adalah siapa? Disamping Ahlilbait adalah putra-putra dari sahabat-sahabat Rasulillah SAW. Dan justru yang membiarkan,yang di lapangan yang membunuh Imam Husein ini, adalah orang-orang yang katanya mencintai Imam Husein dan mengundang Imam Husein, yang bertanda tangan itulah juga yang membunuh Imam Husein. Jadi bukan ahluhsunnah waljamaah, akan tapi memang pemerintahan saat itu adalah pemerintahan yang mengatasnamakan Ahluhsunnah waljamaah, akan tapi kita lihat pemerintahan saat itu pemerintahan yang buruk dan kotor setiap mimbar digunakan untuk mengutuk Sayyidina Ali, digunakan untuk mengutuk keluarga Rasulullah SAW, akan tapi dalam akidah Ahluhsunnah Waljamaah tidak ada, buka semua kitab yang ada di dalam Ahlihsunnah Waljamaah tidak memperkenankan mengutuk siapapun apalagi mengutuk Ahlilbait Rasulillah. Jadi itu adalah dusta yang dinisbahkan kepada Ahlihsunnah waljamaah.

Adapun para sahabat Nabi dan Ahlilbait luar biasa, Sayyidina Abu Bakar As-shiddiq bagaimana beliau dengan Imam Husein?, sampai Sayyidina Abu Bakar selalu berkata “Urkubu Muhammadan fi ahlilbaiti kalau ingin berbakti kepada Muhammad berbuat baik kepada Muhammad perhatikan keluarganya…” Ahlilbait Rasulullah : Imam Husein Imam Hasan Imam Ali Sayyidat Fatimah. Bahkan Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq pun pernah berkata “Walladinafsi bihadihi Demi Allah, laqarabbatuh Muhammadin, ha’abbu ilaiya an’asila min qarabati, sungguh keluarganya Nabi Muhammad itu lebih aku senangi untuk aku sambung daripada keluargaku sendiri.!”

Dan Sayyidina Abu Hurairah Radiyallahuanhu, pernah suatu ketika bersama Imam Husein, disaat Imam Husein menggiring jenazah, setelah itu Imam Husein istirahat karena kecapaian, tiba-tiba Abu Hurairah mengambil sandal Imam Husein dan diusap dilap, Imam Husein mengatakan “Jangan lakukan itu wahai Abu Hurairah” dikatakan oleh Abu Hurairah “Ndak ya Husain!, biarkan wahai Husein aku bersihkan, kalau orang-orang pada tahu tentang kadar kemuliaanmu, niscaya mereka akan membawamu di atas leher mereka wahai Husein…” Lihat!, ini adalah Abu Hurairah Radiyallahuanhu. Begitu juga Abdullah Ibn Umar…begitu juga Sayyidina Umar Ibn Khottob, yang Sayyidina Umar bin Khottob pernah memberikan hadiah kepada Sayyidina Husein 10.000 dinar dan 10.000 dirham dan kepada putra beliau yang bernama Abdullah dengan 1.000 saja, sampai Abdullah bertanya “Ayah engkau bedakan aku, Husein engkau beri banyak, aku sedikit!?” dijawab oleh Sayyidina Umar bin Khottob “Siapa yang mempunyai bapak seperti Husein?, dan siapa yang mempunyai kakek seperti Husein?, siapa yang mempunyai ibu seperti Husein?, ibunya Husein lebih bagus dari ibumu, bapaknya Husein lebih bagus daripada bapakmu, dan kakeknya Husein lebih bagus dari kakekmu”, lihat?, Sayyidina Umar bin Khottob Radiyallahuanhu. Sayyidina Abdullah Ibn Umar disaat melihat Sayyidina Husein berjalan beliau berkata “Wallahi demi Allah hadza ha’abbu ahliardhi al-yauma ila ahlisama’i, ini adalah orang yang paling dicintai dari ahli bumi oleh ahli langit” Para malaikat, para kekasih Allah sangat mencintai Imam Husein Radiyallahuanhu.

Jadi lihat, kita bedakan antara pemerintah dengan ulama, berangkali kita bisa membayangkan ya?, sebuah pemerintahan itu bukan mewakili ulama, apakah disetiap negeri misalnya disaat syariat Islam tidak diterapkan misalnya, lalu kita mengatakan “Dasar Ulamanya dungu goblok tolol semua” kan tidak mungkin, tidak…pemerintah lain ulama adalah lain, maka menyikapi kasus padang Karbala ini adalah harus kita kembalikan kepada keinsyafan sejarah, jangan sampai disini ada sejarah dimanipulasi sehingga tujuannya adalah untuk menjadikan Ahluhsunnah Waljamaah adalah kambing hitam daripada pembunuhan Imam Husein. Yang membunuh Imam Husein bukanlah Ahluhsunnah Waljamaah, memang di bawah pemerintahan yang mengatasnamakan Ahluhsunnah Waljamaah.

Sehingga semoga dari pertemuan ini akan terjalin dua hal, kecintaan kita kepada Ahlilbait Rasulullah SAW, satu. Yang kedua, kecintaan kepada sahabat Rasulullah SAW, kita teringat sabda Nabi SAW “Liquinsyaiin azas, wa asasyul-islami hubbu ashhabi wa hubbu ahlibaiti, setiap segala sesuatu ada pokoknya, dan asas Islam itu adalah cinta sahabatku dan cinta Ahlilbaitku” ini yang harus kita pahami, kemudian masih banyak hal-hal yang harus kita sampaikan sebetulnya, berkenaan dengan paham ini, karena ada sekelumit orang yang menggunakan kejadian di padang Karbala meninggalnya Imam Husein ini, ada untuk  mengguggah emosi, sehingga kesimpulannya menyebutkan bahwa pelakunya adalah Ahluhsunnah Waljamaah sehingga serta merta orang ini membenci Ahluhsunnah Waljamaah.

Ini adalah musibah akidah di zaman ini, sehingga mengagungkan Ahlilbait berlebihan, yang sebetulnya bukan mengagungkan akan tapi justru malah merendahkan Ahlilbait, akan tapi akidah Ahlihsunnah Waljamaah adalah cinta Ahlilbait. Lihat yang tidak cinta kepada Ahlilbait, lihat bencana akan timbul nanti. Ia akan mendapatkan bencana, dan ketahuilah semua yang ikut campur dalam membunuh Imam Husein, akan mendapatkan bencana di dunia. Sehingga suatu hari Imam Syuti disaat berdagang lewat ada suatu Imam Alim melewati suatu perkampungan, mampir di rumahnya satu orang, kemudian Imam Syuti ini  berkata “Subhanallah..orang yang pernah ikut campur dalam pembunuhan Husein semua mati dalam keadaan sejelek-jelek kematian. Kata orang ini apa? “Ma adhagbbakum…alangkah dustanya engkau! Wahai tamuku, aku adalah yang ikut membunuh Husein!, akan tapi sampai hari ini aku baik-baik saja”

Saat itu sore hari menjelang, sehingga tuan rumah ini harus menyalakan lampu, tiba-tiba yang namanya lampu ini, minyaknya kok nempel di tangan, kemudian api nyala di tangan, mencoba untuk ditiup akan tapi ternyata api pindah ke mulut sehingga dirinya itu terbakar saat itu sehingga ia nyebur ke air mati dalam keadaan hangus jelek sebusuk-busuk kematiannya.

Hati-hati dengan membenci Ahlilbait Rasulullah, dan hati-hati membenci sahabat Rasulullah SAW. Tidak ada iman orang yang membenci Ahlilbait Rasulullah, tidak ada iman orang yang membenci sahabat Rasulullah SAW. Ini saja, berangkali cerita Imam Husein yang saat ini mencoba dihadirkan oleh beberapa kelompok, karena Imam Husein akan dihadirkan dimana-mana, sekarang mulai marak, di Bandung, di Jakarta, di Jawa Timur, cerita Imam Husein Imam Husein Imam Husein? Maka kami mencoba untuk menghadirkan karena apa? Kita khawatir ada orang yang mencoba menghadirkan cerita Imam Husein versi mereka!. Versi yang jelek sehingga merendahkan sahabat Rasulullah, merendahkan Ahlihsunnah Wal Jamaah. Ini yang harus benar-benar kita hadirkan!.

Kemudian lihat?!, pemerintahan Ahlihsunnah Waljamaah, itu berlaku, atas nama bukan Ahlihsunnah, pemimpinnya tidak mengerti agama, dia ikut agama apa saja kalau Nasrani menguntungkan ikut Nasrani itu, Ibn Ziyad dan sebagainya yang penting untung itu, bukan karena dia adalah Ahlilsunnah Waljamaah tidak ada iman dalam hati Ibn Ziyad, jadi jangan sampai dikatakan Ibn Ziyad Ahlihsunnah WalJamaah, bukan!!, itu adalah orang yang mengatasnamakan Ahlihsunnah karena Ahlihsunnah hebat, karena hebat banyak orang yang ngaku saat itu pakai Ahlihsunnah Waljamaah, akan tapi mereka ini adalah orang yang tidak kenal Ahlihsunnah. Dan asal tahu saja, Imam Ali Karammalahuwajhah benar-benar dikutuk!,  di setiap mimbar di zaman pemerintahan itu, Yazid dan setelahnya, pemerintahan itu selalu mengutuk Imam Ali bin Abi Thalib, itu bukan karena keputusan ulama Ahlihsunnah Waljmaah, lagi-lagi itu keputusan pemerintah hingga datanglah Umar Bin Abdul Azis menghentikan semua kutukan itu!.

Lihat!?, sekelompok orang yang menanamkan kebencian kita kepada Ahlihsunnah memamerkan bahwasanya pengutukan itu ada dan dilakukan oleh ulama Ahluhsunnah Waljamaah…Bukan!!…itu dilakukan oleh ulama-ulama yang terbeli oleh pemerintah!, yang tidak mengenal Ahlulsunnah Waljamaah, akan tapi hanya membeli Ahlihsunnah Waljamaah, mengatasnamakan Ahlihsunnah Waljamaah. Ini semoga bisa membentengi akidah kita. Ingat!, kalau ada orang yang mencoba mengajak kita mencintai Ahlilbait tapi membenci sahabat jangan didengar atau sebaliknya, gembar-gembor sahabat Nabi SAW tapi tidak kenal Ahlilbait Rasulullah, ini adalah juga masyarakat yang bermasalah!, ini saja, mari kita doa…

Check Also

Kisah Karbala Versi Ahluh Sunnah Wal Jamaah [Seri 5]

Imam Husein mengatur barisan, seperti biasanya, Ahlilbait Rasulillah tidak mau menjadikan orang lain menjadi bemper …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *