Breaking News

Menikahlah Agar Kontinuitas Amal-amal Baik Menjelma Di Alam Berikutnya [Bagian 1]

Berikut ini transkrip dari ceramah Ust. M. Ruli Malik pada acara tahlillan hari ke-7 atau takziyah Almarhumah Ibu Konil Binti Kona yang menutup usia pada umur 105 tahun, yang berlangsung di Ciputat-Jakarta Selatan.

Bismillahirahmanirahim…

*****

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu,

Alhamdulillahi rabbil alamin, alladzi khalaqal mauta wal hayata liyabluakum ayyukum ahsanum ‘amalan, asyhadu anlaa illlaha illallah wahdahu laa syarikala wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh wa habbibukum wa khatamun nabbiyin wal mawdautsi rahmatan lil alamin. Allahumma shalli ala muhammadin wa ala aali sayyidina muhammad, amma ba’d(u)

Qalallahu taala fil kitabil karim muhjiran muamiran mukhlastatayabin audzubillahiminasyaitanirajim,

[‘وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ (12)’ [سورة السجدة

Walawtara izilmujrimuna naakisu ruusihim ‘indarabbihim, rabba absharna wasami’na farji’na na’mal shalihan inna muqinun, wa qala nabiyun shallalahu alaih wassalam, man kana Laa ilaha ilallah fil akhir kalamin dhakhalal jannah, Shadhaqallahul adzim washadaqa rasulihi…

Bapak-bapak ibu-ibu hadirin hadirat yang sama dimuliakan Allah SWT, wa bil khusus shohibul musibah kita, dan juga kepada para ustad dan ustadzah kita, juga kepada para ujazt, kita sama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena Allah masih meringankan kaki kita untuk datang ke tempat yang penuh dengan peringatan, yang penuh dengan nasehat yang tidak berbicara dari Allah SWT yaitu kematian. Kita kirimkan shalawat dan salam kita kepada junjungan kita, nabi kita Rasulullah Muhammad SAW serta keluarganya dan sahabat-sahabatnya…

Bapak ibu yang sangat berbahagia, pertanyaan yang selalu harus diajukan ketika kita melakukan acara takziyah seperti ini adalah, apa tujuan kita melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini?, dan nanti kita akan jawab dengan penjelasan-penjelasan yang saya sampaikan pada kesempatan malam hari ini.

Sebagaimana kita ketahui bapak ibu jemaah sekalian bahwa segala sesuatu selalu menimbulkan dampak atau efek berkelanjutan, bahkan jemaah sekalian yang berbahagia, apa yang disebut alam dunia sekarang adalah merupakan efek/dampak daripada kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Segala sesuatu yang kita sebut dengan dunia sekarang, dengan segala macam pernik-perniknya, dengan segala macam bunga-bungannya, dengan segala macam kenikmatan yang kita dapatkan di dalamnya, segala macam keteraturan-keteraturan yang menyebabkan kita bisa berikhtiar mencari nafkah hidup dalam kehidupan ini adalah semuanya merupakan jelmaan daripada Allah SWT.

Jadi segala sesuatunya ini sebelum terjadi, ada tertulis di dalam kitab Allah yang disebut dengan Lauhul mahfuz, diterangkan dalam Al-Qur’an bahwa :

 [‘إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ …. (36)’ [سورة التوبة

Inna iddata syyuhuwr indalahi itsna asyara syahra fi kitabillahi yauma khalaqas samawati wal ardh, jadi Allah mengatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini, seluruh planet-planet, seluruh bintang-bintang, seluruh razi-razi, seluruh falak, seluruh ufuk, apapun yang kita bisa saksikan di alam semesta ini, bahkan termasuk bumi kita ini dengan segala macam tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewannya, perhiasan-perhiasan dan sebagainya yang menyebabkan kita bisa hidup, adalah sebelum menjadi seperti ini, tertulis sebelumnya disuatu kitab yang disebut dengan Lauhilmahfuz. Dikatakan tadi inna iddata syyuhuwr, ini dalam surat At-Taubah ayat 36, Inna iddata syyuhuwr indalahi itsna asyara syahra,

jadi sebelum manusia bisa menghitung bahwa ada 12 bulan dalam satu tahun, Allah sudah menciptakan, Allah sudah menuliskan di dalam kitabNya bahwa nanti alam semesta yang tercipta itu akan berputar, dan kalau dihitung akan menjadi 12 bulan dalam  satu tahun. Inna iddata syyuhuwr indalah, ada 12 bulan kata ayat ini di dalam sisi Allah SWT. Kapan itu terjadi? fi kitabilahi yauma khalaqas samawati wal ardh, tertera dalam kitab Allah. Kitab Allah yang dimaksud disini adalah Lauhul mahfuz. Jadi sebelum alam semesta tercipta ada matahari, ada bulan, ada bumi dengan segala macam putaran-putarannya, rotasi-rotasinya, garis-garis edarnya, semuanya. Semuanya ini telah tertera dengan persis yang ada di dalam kitab Allah SWT, dikatakan fi kitabillah, tertera di dalam kitab Allah SWT, yauma khalaqas samawati, pada saat Allah menciptakan langit dan bumi. Jadi pada saat Allah menciptakan langit dan bumi segala sesuatunya itu terjelma, tercipta, terwujud, termanifestasi dari apa yang sudah tertera di dalam kitab Allah SWT.

Jadi kita sampaikan bahwa apa yang ada di dalam kitab Allah, apa yang ada tertera di Lauhul mahfuz, semuanya terjelma sekarang menjadi seperti ini. Nah Bapak ibu jemaah sekalian yang sangat berbahagia, saya ulangi sekali lagi, semua yang ada sekarang ini, sebelumnya hanya berbentuk tulisan atau pengetahuan yang ada di dalam satu kumpulan pengetahuan Tuhan yang disebut dengan Lauhul Mahfuz. Yang kata-katanya itu adalah fi kitabillah, di dalam Al-Qur’an juga ada kata-kata fi imamim mubin, yaitu dua kitab induk nyata semuanya. Jadi segala sesuatunya sebelum terwujud sebelum tercipta sudah ada dalam kitab Allah SWT, sehingga kesimpulannya ialah bahwa, segala sesuatu yang ada sekarang, yang teratur, yang indah, yang baik, Tuhan mengatakan segala sesuatu yang datang dari Allah pasti baik, kalau ada yang buruk itu dari manusia, kata Allah. Semua yang baik itu datangnya dari Allah, dan itu sebelumnya ada di dalam kitab Allah SWT.

Bapak ibu jemaah sekalian yang sangat berbahagia, ini harus kita jadikan point pertama perhatian kita, kemudian pada saat kita lahir di muka bumi ini, berkembangbiak, lalu kemudian lahirlah Nabi-nabi, Rasul-rasul, dan terakhir adalah Nabi Muhammad kita SAW, kemudian Allah menurunkan juga isi kitab Lauhul Mahfuz itu kepada Nabi Muhammad kita, yang sekarang kita pegang namanya Al-Qur’an. Dan dengan demikian Al-Qur’an ini adalah sama dengan yang ada di Lauhul Mahfuz. Kalau di dalam kitab Allah, begitu Allah berkehendak seperti dalam Surat Yasin tadi dikatakan Innama amruhu idza aradah syaian an yaquwla lahu kun fayakun, begitu Allah berkehendak untuk  menciptakan alam semesta, maka semua yang ada di dalam kitabNya langsung menjelma keluar, langsung terjelma tanpa menggunakan hukum sebab-akibat, langsung menjelma kun fayakun menjadilah alam semesta ini.

Jadi alam semesta ini dengan segala keindahan-keindahannya, dengan segala macam fasilitas-fasilitasnya, dengan segala macam kebaikan-kebaikannya, adalah merupakan jelmaan daripada kitab Allah SWT. Pertanyaannya bapak ibu jemaah sekalian yang sangat berbahagia, ketika apa yang ada di dalam kitab Allah kemudian diturunkan kepada manusia, hanya manusia saja, melalui Rasul Muhammad SAW, lalu kemudian kita baca juga, apakah yang kita baca itu tidak kembali menjelma lagi?, kalau tidak, berarti sifat itu tidak ada, sifat menjelma tidak ada pada Al-Qur’an. Sedangkan kita sudah lihat tadi bahwa kitab Allah, begitu Allah kehendaki maka dia menjelma. Nah, bapak ibu jemaah sekalian yang berbahagia, ketika kitab Al-Qur’an ini datang kepada kita, lalu kita baca seperti Yasin tadi, maka Allah juga menjelmakannya, tidak di dunia ini tapi di dunia berikutnya. Kenapa?, karena ia ber-urut, jadi ketika dunia ini belum ada, yang ada hanya Lauhul Mahfuz, dan Allah menghendaki kitab itu menjelma, maka ia menjelma menjadi alam semesta, alam semesta begini indah tak terbatas.

Nah, ketika kita menerima kitab suci Al-Qur’an, lalu membacanya juga seperti baca yasin tadi, baca tahlilan tadi, karena semuanya tadi ada dalam Al-Qur’an, kita baca maka setiap bacaan itu akan menjelma pada alam berikutnya. Dimanakah alam berikutnya?, di alam barzah, karena alam kedua setelah alam dunia adalah alam barzah, setelah alam barzah baru pada padang masyar, lalu akhirat, sorga dan neraka. Jadi semua yang ada dalam Al-Qur’an yang kita baca tadinya menjelma, istilah bahasanya tajjasum. Ia menjelma mengambil bentuk-bentuk juga. Nah, kalau pada yang pertama alam semesta begini indah, maka pada level berikutnya, pada tingkat berikutnya jauh lebih indah lagi. Maka bapak ibu jemaah sekalian yang berbahagia, alam barzah itu lebih indah lagi. Lalu untuk siapa nanti yang menerima bacaan kita tadinya?, Sebagaimana Allah tadi, tergantung siapa yang diniatkan, ketika Allah SWT akan menciptakan alam semesta ini yang diniatkan adalah untuk Muhammad, sehingga seandainya bukan karena Muhammad, Allah tidak akan menciptakan alam semesta ini.

Bapak ibu jemaah sekalian yang sangat berbahagia, dengan gampang menerangkan ini. Muhammad adalah manusia yang terbaik diantara seluruh manusia, dalam Al-Qur’an disebut dengan Khairul bariyyah, khairul basyar, khairul anam, kata-kata ini banyak, beliau adalah manusia terbaik, jadi seluruh manusia beliau yang terbaik. Lalu kenapa Allah menciptakan seluruh manusia?, agar muncul yang terbaik, muncul nabi Muhammad, berarti tujuan penciptaan manusia agar keluar nabi Muhammad. Berarti nabi Muhammad adalah tujuan penciptaan.

Kenapa Allah menciptakan hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan?, agar manusia bisa hidup di muka bumi ini, jadi tujuan penciptaan hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan adalah agar manusia bisa hidup. Sedangkan kenapa Tuhan menciptakan manusia?, agar muncul nabi Muhamad shallallahu alaihi wassalam. Begitu juga kenapa Allah menciptakan bumi?, supaya muncul tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan, tidak ada di tempat lain. Untuk apa Tuhan menciptakan galaxy bima sakti kita?, supaya muncul bumi, untuk apa Allah menciptakan alam semesta ini yang disebut falak, universe?, supaya muncul galaxy bima sakti yang padanya ada bumi, yang padanya ada tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan, yang padanya lahir manusia, yang padanya muncul Nabi Muhammad SAW, dan dengan demikian Nabi Muhammad adalah yang terakhir muncul dari semuanya itu. Jadi kalau bukan karena Nabi Muhammad, Allah tidak menciptakan alam semesta ini.

Nah, bapak ibu jemaah sekalian yang sangat berbahagia, maka ketika Allah mengatakan Innama amruhu idza aradah syaian an yaquwla lahu kun fayakun, hanya saja ketika Allah menghendaki sesuatu, apa maksudnya disitu?, ketika Allah menghendaki menciptakan Muhammad, maka Dia berkata jadilah segala-galanya. Kun fayakun. Jadi terciptanya alam semesta, kenapa?, karena ada aradah, ada keinginan, apa aradahnya Allah kita, Tuhan kita?, yaitu Muhammad. Ini yang disebut dengan Fa’alun limairid, Dia melakukan apa yang diinginkan-Nya supaya lahir manusia terbaik, khairul basyar, khairul anam, khairul bariyyah. Karena kalau tidak ada manusia tidak muncul orang yang terbaik, kalau tidak ada hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan tidak muncul manusia., kalau tidak ada bumi tidak muncul tumbuh-tumbuhan dan hewan, begitu seterusnya tarik ke belakang.

Bersambung ke bagian 2 (klik tautan ini)

 

Check Also

Ketahuilah, Hasan Al Banna Mengajarkan Ini Saudara

Hasan Al-Banna punya sebuah majelis taklim. Majelis ilmu itu dilaksanakan di sebuah masjid pada malam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *