Breaking News

Perang Mulut, Turki VS Vatikan

Vatikan Paus

ANKARA, Pada hari Jumat (24/06), Paus Francis mengecam pembantaian Armenia se-abad yang lalu di bawah kekuasaan Ottoman, dan menyatakan bahwa peristiwa tragis itu adalah “genosida”.

“Sayangnya tragedi ini adalah sebuah genosida yang pertama dari seri bencana menyedihkan sejak abad yang lalu,” kata Paus saat ia bertemu dengan Presiden Armenia Serzh Sarkisyan di istana kepresidenan di Yerevan.

(Baca juga: Pope Francis Sebut Pembantaian Armenia adalah Genosida)

Pemerintah Turki naik pitam atas komentar Paus Francis terkait pembunuhan massal atau genosida warga Armenia oleh pasukan Turki pada Perang Dunia (PD) I.

Turki mengatakan, deskripsi Paus Francis atas kasus genosida Armenia menunjukkan mentalitas Perang Salib. “Pernyataan Paus tidak ada hubungannya dengan kenyataan,” kata Wakil Perdana Menteri Turki, Nurettin Canikli, seperti disitir dari BBC, Sabtu (26/6/2016).

Canikli pun menggambarkan komentar Paus sebagai sebuah kemalangan. “Hal ini mungkin untuk melihat semua keunggulan atau refleksi dari mentalitas Perang Salib dalam kegiatan Paus,” katanya.

Armenia dan banyak sejarahwan mengatakan, hingga 1,5 juta orang Kristen Armenia dibunuh oleh pasukan Turki Ottoman pada tahun 1915. Tapi, Turki menyangkal jumlah dan pembunuhan itu sebagai genosida. Turki menyatakan kematian itu adalah bagian dari konflik sipil yang dipicu PD I.

Vatikan Tak Terima

Sementara itu, Vatikan tidak terima dengan kecaman keras Turki dengan menyebut Paus Fransiskus (Francis) merefleksikan mentalitas Perang Salib setelah Paus menggunakan kata “genosida” dalam pidato di Armenia.

Vatikan membela Paus atas penggunaan kata “genosida” terhadap lebih dari 1 juta warga Armenia yang tewas dalam Perang Dunia I yang diluncurkan Kekaisaran Ottoman Turki tahun 1915.

Pada hari Minggu, Direktur Kantor Pers Vatikan, Pastor Federico Lombardi, menolak tuduhan Turki bahwa Paus merefleksikan mentalitas Perang Salib ketika Paus menggunakan kata ”genosida” untuk menggambarkan pembantaian terhadap sekitar 1,5 juta warga Armenia.

(Baca juga: Menlu Armenia; Erdogan Provokasi Azerbaijan Untuk Lanjutkan Perang Dengan Armenia)

Menurutnya, fokus Paus Francis adalah membangkitkan semangat dialog. ”Paus tidak pada posisi (merefleksikan) Perang salib,” kata Lombardi.

“Dia tidak berusaha untuk mengatur perang atau membangun dinding, tapi dia ingin membangun jembatan. Dia telah mengatakan tidak ada kata-kata (yang ditujukan) terhadap orang-orang Turki,” ujarnya seperti dilaporkan Radio Vatikan, yang dilansir Reuters, Senin (27/6/2016).

Sebelumnya, Ankara menolak istilah “genosida” dan menolak angka 300.000 sampai 500.000 orang Armenia, dan setidaknya sebanyak Turki, yang tewas antara tahun 1915 dan 1917 terdiri dari korban Perang Dunia I.

Pemerintah Armenia mengatakan setidaknya 1,5 juta orang yang tewas dan menuntut bahwa kematian mereka diakui sebagai genosida. (ARN)

Check Also

Kisah WNI yang Kecewa Gabung dengan Daulah ISIS

Nur mengaku pindah ke Suriah setelah melihat foto dan video tentang negara Islam atau daulah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *