Breaking News

Takut Perjanjian Nuklir dengan Iran Diganggu, AS Sadap Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara saat rapat kabinet mingguan di Yerusalem, 27 Desember 2015 – Foto: AP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara saat rapat kabinet mingguan di Yerusalem, 27 Desember 2015 – Foto: APmur Tengah

Harian Wall Street Journal melaporkan hari Selasa 29 Desember 2015 bahwa Amerika Serikat (AS) cemas terhadap sikap sekutunya, Israel. Kecemasan didasari dari keputusan AS menjalin kesepakatan Nuklir dengan Iran.

Gedung Putih secara rahasia memastikan para pemimpin sekutu diawasi dengan seksama, dan Netanyahu berada pada urutan paling-atas daftar itu.

Laporan mengutip sumber NSA mengatakan sementara AS berusaha mencapai persetujuan senjata nuklir dengan Iran, Washington menguping pembicaraan antara Netanyahu dan para pembantunya, AS dan pejabat Israel.

Amerika menyadap komunikasi para pemimpin dan pejabat Israel, juga menyadap pembicaraan pribadi mereka dengan para anggota Kongres Amerika dan organisasi-organisasi Amerika-Yahudi. Tindakan itu menimbulkan kekhawatiran bahwa Gedung Putih akan dituduh memata-matai Kongres. Demikian bunyi laporan WSJ mengutip mantan dan pejabat intelejen AS dan pejabat pemerintah.

“Salah satu alat yang digunakan NSA adalah mengimplan dunia maya dalam jaringan Israel yang memungkinkan badan keamanan AS untuk mengakses komunikasi dalam kantor Netanyahu,” bunyi laporan WSJ seperti dilansir Sputniknews, Rabu 30 Desember 2015.

WSJ juga mengungkapkan, NSA diperbolehkan untuk memata-matai guna mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang upaya Israel merusak perundingan nuklir dengan Iran. Termasuk upaya Israel untuk mempengaruhi Kongres terhadap kesepakatan itu dengan berkoordinasi kelompok Yahudi-Amerika.

Penyadapan pembicaraan itu “menyulut perasaan tidak percaya antara kedua negara dan menanam ranjau politik di dalam negeri ketika Netanyahu kemudian membawa kampanyenya menentang persetujuan nuklir itu ke Gedung Kongress,” kata laporan itu.

Laporan tersebut mengatakan para pejabat Gedung Putih yakin informasi yang disadap dapat sangat berharga untuk melawan kampanye Netanyahu menentang persetujuan nuklir Iran. Pemimpin Israel itu mengemukakan argumentasi di hadapan Kongres bahwa persetujuan itu akan memudahkan usaha Iran membuat senjata nuklir.

Israel juga diketahui dengan ragu-ragu bernegosiasi dengan anggota parlemen AS dan membocorkan rincian perundingan AS-Iran. Netanyahu telah menjadi penentang kesepakatan nuklir Iran dan pendiriannya telah menyebabkan banyak perselisihan dengan AS.

Selama negosiasi perjanjian, Netanyahu berulang kali memperingatkan bahwa konsesi yang ditawarkan kepada Teheran sebagai bagian dari kesepakatan nuklir akan membahayakan stabilitas keamanan nasional Timur Tengah dan Israel.

Persetujuan itu, yang ditanda-tangani bulan Juli antara Iran dan 6 negara kuat dunia, bertujuan untuk mengekang program atom Iran, dengan imbalan pencabutan sanksi internasional terhadap ekonomi Iran.

sumber: satuislam.org

Check Also

Kisah WNI yang Kecewa Gabung dengan Daulah ISIS

Nur mengaku pindah ke Suriah setelah melihat foto dan video tentang negara Islam atau daulah …

2 comments

  1. blognya bermanfaat, sekarang wawasan ane bertambah, setelah selesai membaca blog kesehatan agan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *